Bitcoin Masih Tertekan atau Siap Naik? Ini Faktanya

Bitcoin Masih Tertekan atau Siap Naik? Ini Faktanya

Koin Tech – Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di kisaran $70.000-an, sementara indikator Fear and Greed menunjukkan level ketakutan ekstrem. Kondisi ini biasanya identik dengan tekanan jual yang tinggi dari pelaku pasar, terutama investor ritel. Dikutip dari Detik.

Namun, di balik sentimen negatif tersebut, data on-chain justru memberikan gambaran yang berbeda. Sejumlah indikator penting menunjukkan bahwa pasar mungkin sedang mendekati fase akhir penurunan, bukan awal tren bearish baru.

Sentimen Pasar Masih Diliputi Ketakutan

Ketika indeks ketakutan berada di level ekstrem, banyak investor cenderung mengambil keputusan emosional, seperti menjual aset karena panik. Situasi ini bukan hal baru dalam siklus Bitcoin.

Dalam beberapa periode sebelumnya, fase ketakutan ekstrem justru sering muncul mendekati titik terendah pasar. Saat investor ritel keluar, pelaku besar biasanya mulai masuk dan mengakumulasi aset secara perlahan.

Indikator MVRV Mulai Masuk Zona Menarik

Salah satu indikator yang banyak diperhatikan adalah MVRV Z-Score. Indikator ini membandingkan nilai pasar dengan rata-rata harga beli seluruh holder Bitcoin.

Ketika nilainya mendekati nol atau bahkan negatif, artinya banyak investor berada dalam kondisi impas atau merugi. Dalam sejarahnya, kondisi ini sering menjadi sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase akumulasi.

Saat ini, nilai MVRV menunjukkan bahwa tekanan harga sudah cukup dalam dan Bitcoin tidak lagi berada di area overvalued.

Baca juga : Prediksi Bitcoin April 2026: Diskon atau Bull Run?

Sinyal Bearish Ekstrem dari Indikator 720 Hari

Selain MVRV, indikator jangka panjang seperti 720-day Trend-Based Bitcoin Indicator juga menunjukkan sinyal penting. Level indikator ini kini berada di zona rendah yang sebelumnya hanya muncul di akhir fase bear market.

Baca juga  Update Kripto Hari Ini: BTC, Institusi & Meme Coin Naik

Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual yang terjadi saat ini lebih mencerminkan kondisi jenuh jual (oversold), bukan awal dari penurunan besar berikutnya.

Meski begitu, indikator ini lebih relevan untuk melihat posisi dalam siklus besar, bukan untuk menentukan timing jangka pendek.

Bitcoin Masih Tertekan atau Siap Naik? Ini Faktanya

Lonjakan Akumulasi oleh Investor Besar

Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah Bitcoin yang disimpan oleh wallet akumulasi.

Jumlah kepemilikan oleh alamat jenis ini meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menandakan adanya penyerapan supply secara konsisten, bahkan saat harga berada di bawah tekanan.

Fenomena ini sering terjadi menjelang fase pembentukan dasar (bottom), ketika investor jangka panjang mulai membangun posisi tanpa menarik perhatian pasar.

Aktivitas Jaringan Tetap Stabil

Menariknya, meskipun harga mengalami tekanan, aktivitas jaringan Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan.

Indikator aktivitas jaringan justru mengalami peningkatan, yang berarti penggunaan jaringan masih berjalan dengan baik. Di sisi lain, jumlah alamat aktif jangka pendek mengalami penurunan.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa investor jangka pendek mulai keluar, sementara fundamental jaringan tetap solid. Kondisi ini sering dikaitkan dengan fase kapitulasi pasar.

Area Support Penting yang Perlu Diperhatikan

Jika tekanan jual berlanjut, level berikutnya yang menjadi perhatian berada di sekitar area realized price, yaitu rata-rata harga beli seluruh Bitcoin di jaringan.

Dalam siklus sebelumnya, level ini sering menjadi support kuat karena mencerminkan nilai dasar pasar. Bitcoin jarang bertahan lama di bawah area tersebut.

Namun, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global dan likuiditas pasar tetap bisa memicu volatilitas dalam jangka pendek.

Kesimpulan

Bitcoin saat ini berada di fase yang cukup krusial. Di satu sisi, sentimen pasar menunjukkan ketakutan ekstrem. Di sisi lain, data on-chain justru mengindikasikan akumulasi dan kekuatan fundamental jaringan.

Baca juga  3 Altcoin Diburu Whale Akhir Maret 2026, Wajib Intip!

Kondisi seperti ini sering muncul di fase akhir penurunan dalam siklus sebelumnya. Meski belum tentu langsung berbalik arah, keseimbangan antara risiko dan peluang kini mulai berubah.

Bagi investor, memahami kombinasi antara sentimen dan data menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang lebih rasional di tengah kondisi pasar yang tidak pasti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*