Koin Tech – Harga Bitcoin (BTC) dinilai masih belum mencapai titik terendah dalam siklus pasar saat ini. Sejumlah analis melihat bahwa fase penurunan masih berlangsung dan bottom kemungkinan baru akan terbentuk pada paruh akhir 2026. Dikutip dari Detik. Prediksi ini muncul di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi sentimen negatif, tekanan likuiditas, serta belum stabilnya arus dana institusional.
Bitcoin Masih dalam Fase Mencari Titik Terendah
Beberapa analis menilai bahwa Bitcoin saat ini masih berada dalam fase “bottoming”, yaitu periode pencarian titik terendah sebelum memasuki tren naik baru.
Berdasarkan pola historis, siklus Bitcoin cenderung memiliki durasi yang cukup konsisten antara puncak harga dan titik terendah. Dalam beberapa siklus sebelumnya, rentang waktu tersebut berada di kisaran tiga tahun.
Dengan acuan tersebut, proyeksi yang mengarah ke Oktober 2026 dinilai cukup realistis, kecuali terjadi perubahan drastis dalam kondisi pasar.
Skenario Alternatif: Bottom Bisa Lebih Cepat
Meski proyeksi utama mengarah ke akhir 2026, ada kemungkinan titik terendah terjadi lebih cepat, misalnya sekitar pertengahan tahun.
Skenario ini biasanya dipicu oleh tekanan pasar yang ekstrem, seperti krisis ekonomi global atau aksi jual besar-besaran. Dalam kondisi tersebut, harga bisa turun tajam dalam waktu singkat dan membentuk bottom lebih cepat.
Namun, jika pasar bergerak lebih stabil dengan kenaikan dan penurunan bertahap, proses menuju titik terendah justru bisa berlangsung lebih lama.

Tekanan Pasar Masih Terlihat Kuat
Saat ini, berbagai indikator menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam tekanan:
- Sentimen investor cenderung negatif
- Indeks ketakutan pasar berada di level rendah
- Banyak investor masih mengalami kerugian
- Arus dana dari ETF belum sepenuhnya pulih
Harga Bitcoin sendiri masih bergerak relatif datar dan belum menunjukkan sinyal kuat untuk pembalikan tren. Kondisi ini menandakan bahwa fase pemulihan belum benar-benar dimulai.
Relief Rally Bisa Memperlambat Proses
Dalam tren turun, Bitcoin sering mengalami kenaikan sementara yang dikenal sebagai relief rally. Kenaikan ini biasanya bersifat jangka pendek dan tidak selalu menandakan perubahan tren.
Menariknya, semakin sering terjadi relief rally, semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik terendah yang sebenarnya. Hal ini karena pasar terus bergerak naik turun tanpa menyentuh level bottom secara tegas.
Kesimpulan
Prediksi bahwa Bitcoin baru akan mencapai titik terendah pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa siklus pasar saat ini masih belum selesai. Tekanan dari berbagai faktor, mulai dari sentimen hingga arus dana, masih menjadi hambatan utama.
Meski ada peluang bottom terjadi lebih cepat, arah pergerakan dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan. Selama belum ada sinyal pemulihan yang kuat, skenario penurunan bertahap tetap menjadi perhatian utama bagi investor.
Leave a Reply