3 Indikator Bahaya Reli Bitcoin Mulai Kehilangan Tenaga

3 Indikator Bahaya Reli Bitcoin Mulai Kehilangan Tenaga

Koin Tech – Aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC), kembali menunjukkan performa impresif setelah mencatat kenaikan lebih dari 10% dalam satu bulan terakhir. Dikutip dari Kompas. Bahkan, harga sempat menembus level $79.000 sebelum mengalami sedikit koreksi di sesi perdagangan terbaru.

Pada 23 April 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $78.258, mencerminkan kenaikan harian sekitar 2,5%. Meski tren jangka pendek terlihat positif, sejumlah indikator pasar mulai mengisyaratkan bahwa reli ini bisa menghadapi tekanan dalam waktu dekat.

Tekanan dari Pasar Derivatif dan Melemahnya Permintaan Spot

Salah satu faktor utama di balik kenaikan harga Bitcoin saat ini berasal dari aktivitas di pasar derivatif, khususnya kontrak futures perpetual. Namun, di sisi lain, permintaan di pasar spot justru menunjukkan tren penurunan.

Kondisi ini pernah terjadi sebelumnya, seperti pada Januari 2026 ketika Bitcoin mencapai puncaknya di sekitar $98.000 sebelum akhirnya terkoreksi tajam. Ketidakseimbangan antara pasar derivatif dan spot sering menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah.

Jika trader mulai melakukan aksi ambil untung (take profit) sementara permintaan riil tidak cukup kuat, maka tekanan jual bisa meningkat secara signifikan.

3 Indikator Bahaya Reli Bitcoin Mulai Kehilangan Tenaga

Lonjakan Realisasi Profit Jadi Sinyal Waspada

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa aktivitas realisasi keuntungan oleh investor jangka pendek meningkat tajam. Rata-rata keuntungan yang direalisasikan bahkan mencapai sekitar $4,4 juta per jam.

Angka ini jauh di atas ambang batas historis sekitar $1,5 juta yang sebelumnya sering menandai puncak harga lokal. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa banyak investor mulai mengunci profit mereka setelah kenaikan harga yang cukup signifikan.

Jika tren ini terus berlanjut tanpa adanya permintaan baru yang kuat untuk menyerap tekanan jual, maka kemungkinan koreksi harga akan semakin besar.

Baca juga  6 Aset Kripto Ini Jadi Sorotan Saat Pasar Memanas!

Baca juga : XRP Salip BTC dan ETH Pekan Ini, Apakah Tren Baru Dimulai?!

Zona Profit Investor Bisa Picu Tekanan Jual

Saat ini, banyak investor yang membeli Bitcoin di kisaran $60.000 hingga $70.000 sudah berada dalam posisi profit. Ketika harga mendekati $80.000, tekanan untuk merealisasikan keuntungan menjadi semakin tinggi.

Selain itu, jika harga berhasil kembali ke area tersebut, lebih dari setengah investor baru diperkirakan akan berada dalam kondisi untung. Situasi ini berpotensi menciptakan gelombang distribusi yang dapat membatasi kenaikan lebih lanjut.

Meskipun Bitcoin sempat menembus level rata-rata pasar penting di sekitar $78.100, tantangan berikutnya berada di area $80.500 yang menjadi resistance krusial.

Kesimpulan

Meskipun tren jangka pendek Bitcoin masih menunjukkan kekuatan, kombinasi beberapa indikator mulai mengarah pada sikap hati-hati. Melemahnya permintaan spot, meningkatnya realisasi profit, serta tekanan dari investor yang sudah berada di zona keuntungan menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah pasar mampu menghadirkan permintaan baru yang cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Tanpa itu, reli Bitcoin berpotensi melambat atau bahkan berbalik arah dalam waktu dekat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*