Kointech.info – CoinEx gulung tikar setelah hampir sembilan tahun beroperasi di industri aset digital. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO CoinEx, Haipo Yang, pada Selasa, 15 September 2026. Dalam pengumumannya, CoinEx menyatakan akan menghentikan kegiatan operasional secara bertahap dan menjalankan proses penutupan secara tertib.
Kabar CoinEx tutup menjadi perhatian komunitas kripto karena bursa tersebut telah melewati berbagai fase perkembangan industri, mulai dari pasar bullish, bearish, hingga perubahan besar dalam regulasi dan persaingan antar-exchange.
Meski menghentikan operasional, CoinEx menyatakan bahwa aset pengguna tetap menjadi prioritas. Bursa tersebut mengklaim rasio cadangannya berada di atas 100 persen dan seluruh aset pengguna mendapatkan dukungan penuh.
Pengguna masih diberikan waktu untuk melakukan penarikan aset hingga 22 Desember 2026. Karena itu, pemilik aset di CoinEx perlu memahami jadwal penghentian layanan, mekanisme penarikan, serta kebijakan terkait token CET sebelum proses penutupan selesai.
Baca Juga: Dari Kripto ke Obligasi AS, Binance Buka Akses Baru Lewat 11 ETF
CoinEx Resmi Mengumumkan Penghentian Operasional
Keputusan CoinEx shutdown diumumkan setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap kondisi bisnis dan lingkungan industri kripto. Haipo Yang menjelaskan bahwa CoinEx akan memasuki fase orderly wind-down, yaitu proses penghentian operasional yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur.
Berbeda dengan penutupan mendadak tanpa pemberitahuan, mekanisme ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menyelesaikan aktivitas di platform dan menarik aset yang masih tersimpan.
Dalam pengumuman resminya, CoinEx menyampaikan bahwa pendaftaran pengguna baru dihentikan mulai 15 September 2026. Sejumlah layanan lain juga dihentikan secara bertahap sebelum seluruh aktivitas perdagangan berakhir.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan CoinEx, sebagian besar layanan akan berhenti pada 29 September 2026. Sementara itu, kanal penarikan aset tetap tersedia hingga 22 Desember 2026.
Artinya, pengguna tidak seharusnya menunggu hingga batas akhir. Semakin cepat aset dipindahkan dari platform, semakin kecil risiko pengguna menghadapi kendala teknis atau keterlambatan proses ketika aktivitas penutupan semakin mendekati tahap akhir.
CoinEx Klaim Aset Pengguna Tetap Aman
Salah satu pertanyaan terbesar setelah kabar CoinEx gulung tikar adalah mengenai keamanan dana pengguna.
CoinEx menyatakan bahwa rasio cadangannya berada di atas 100 persen. Perusahaan juga mengatakan setiap aset pengguna memiliki dukungan penuh dan tersedia untuk ditarik selama periode penutupan.
Pernyataan tersebut penting karena penutupan sebuah crypto exchange sering kali menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan platform memenuhi kewajiban kepada pengguna.
Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan bahwa klaim mengenai kondisi cadangan merupakan pernyataan dari pihak CoinEx sendiri. Karena itu, pemilik aset tetap perlu mengikuti pengumuman resmi, memeriksa saldo masing-masing, dan melakukan penarikan sesegera mungkin sesuai prosedur yang ditetapkan.
CoinEx juga menjelaskan bahwa sebagian aset mungkin membutuhkan waktu pemrosesan lebih lama. Hal tersebut dapat terjadi karena aset tertentu perlu dipindahkan antara cold wallet dan hot wallet sebelum transaksi penarikan dapat diproses.
Dengan kata lain, keterlambatan pemrosesan tidak selalu berarti aset hilang. Dalam proses penutupan exchange, mekanisme pengelolaan likuiditas dan penyimpanan aset dapat membuat waktu penarikan berbeda antara satu aset dan aset lainnya.
Kapan Batas Waktu Penarikan CoinEx?
Bagi pengguna yang masih mempunyai saldo di CoinEx, memahami jadwal penutupan merupakan hal yang sangat penting.
Berikut gambaran tahapan utama yang perlu diperhatikan:
- 15 September 2026: CoinEx menghentikan pendaftaran pengguna baru.
- 22 September 2026: layanan non-spot dihentikan.
- 29 September 2026: perdagangan spot dihentikan dan proses terhadap aset non-USDT dimulai.
- 22 Desember 2026: periode penarikan berakhir.
Setelah aktivitas perdagangan dihentikan, pengguna tidak lagi dapat memperlakukan CoinEx seperti exchange normal untuk melakukan transaksi jual beli. Fokus platform akan beralih ke proses penyelesaian dan penarikan aset.
Karena terdapat beberapa tahapan, pengguna CoinEx sebaiknya tidak hanya mengingat tanggal 22 Desember. Batas penting lainnya adalah 29 September, terutama bagi pengguna yang ingin menarik aset kripto dalam bentuk aset aslinya.
Untuk menghindari masalah, pengguna disarankan memeriksa seluruh saldo, riwayat transaksi, alamat wallet tujuan, serta jaringan blockchain yang digunakan sebelum melakukan penarikan.
Apa yang Terjadi Jika Aset Belum Ditarik?
Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah nasib aset yang masih berada di platform setelah layanan perdagangan dihentikan.
Menurut jadwal yang diumumkan, aset non-USDT yang masih tersisa setelah penghentian perdagangan spot akan masuk ke dalam mekanisme pemrosesan yang telah ditentukan. Aset yang mempunyai likuiditas di pasar lain dapat dijual secara bertahap dan hasil bersihnya dikonversi menjadi USDT untuk dikreditkan ke akun pengguna.
Sementara itu, setelah batas penarikan 22 Desember terlewati, aset yang tersisa akan memasuki mekanisme penyimpanan atau kustodian sesuai ketentuan penutupan CoinEx.
Informasi ini menunjukkan bahwa pengguna sebaiknya tidak menunda penarikan sampai hari terakhir. Selain mengurangi potensi kerepotan, menarik aset lebih awal memungkinkan pengguna memilih sendiri wallet tujuan dan aset yang ingin dipertahankan.
Mengapa CoinEx Memutuskan untuk Tutup?
Menurut Haipo Yang, keputusan CoinEx tutup tidak semata-mata berkaitan dengan satu masalah tertentu. Ia menjelaskan adanya tekanan yang semakin besar dalam menjalankan bisnis crypto exchange.
Salah satu tantangannya adalah CoinEx tidak berhasil berkembang menjadi salah satu exchange terbesar seperti yang sebelumnya diharapkan. Pada saat yang sama, tanggung jawab perusahaan terus meningkat.
Industri crypto exchange juga menghadapi biaya yang semakin kompleks, khususnya berkaitan dengan keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan risiko, dan kebutuhan operasional.
Haipo menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi ketika pendapatan dapat mengalami penurunan, tetapi tanggung jawab perusahaan tidak ikut turun.
Bagi sebuah exchange, keamanan bukan sekadar fitur tambahan. Platform harus menjaga infrastruktur perdagangan, wallet, sistem keamanan akun, kepatuhan, likuiditas, serta berbagai aspek operasional lainnya secara berkelanjutan.
Ketika skala bisnis tidak cukup besar untuk menutup seluruh beban tersebut, keberlanjutan model bisnis menjadi semakin sulit.
Persaingan Crypto Exchange Semakin Ketat
Penutupan CoinEx juga memperlihatkan bagaimana persaingan di industri exchange semakin terkonsentrasi.
Bursa kripto saat ini tidak hanya bersaing dalam jumlah pengguna. Mereka juga harus bersaing dalam hal volume perdagangan, likuiditas, jumlah pasangan aset, produk derivatif, keamanan, biaya transaksi, teknologi, dan cakupan layanan.
Data CoinMarketCap untuk Agustus 2026 menunjukkan bahwa volume perdagangan terkonsentrasi pada sejumlah exchange besar. Binance mencatat sekitar US$1,83 triliun volume perdagangan gabungan pada periode tersebut, dengan pangsa sekitar 43,30 persen dari data exchange yang dilacak dalam laporan tersebut.
Di bawahnya terdapat sejumlah nama besar seperti OKX, MEXC, Bybit, Gate, Bitget, KuCoin, serta beberapa platform lainnya.
Kondisi ini menggambarkan tantangan bagi exchange berukuran menengah. Untuk mendapatkan likuiditas yang tinggi, platform membutuhkan pengguna dan aktivitas perdagangan yang besar. Namun, untuk menarik pengguna, platform juga membutuhkan likuiditas dan produk yang kompetitif.
Situasi tersebut dapat menciptakan persaingan yang sulit ditembus oleh pemain yang tidak mempunyai skala sebesar pemimpin pasar.
CoinEx Bukan Satu-Satunya Exchange yang Mengurangi Operasi
Penutupan CoinEx terjadi di tengah fenomena konsolidasi pada industri crypto exchange.
Sebelumnya, BitMart juga mengumumkan rencana penghentian operasional platform secara bertahap. Dalam pengumuman resminya, BitMart menyatakan akan melakukan orderly wind-down dan menargetkan penghentian operasi platform pada 31 Januari 2027.
Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap exchange tidak hanya berkaitan dengan harga Bitcoin atau arah pasar kripto dalam jangka pendek.
Crypto exchange merupakan bisnis yang membutuhkan infrastruktur kompleks. Ketika volume transaksi berubah, biaya operasional, kebutuhan kepatuhan, keamanan, dan persaingan tetap harus dikelola.
Karena itu, perubahan struktur industri dapat membuat sebagian platform memilih untuk melakukan restrukturisasi, mengurangi layanan, atau bahkan menghentikan operasi.
Haipo Yang Sempat Mempertimbangkan Menjual CoinEx
Sebelum memutuskan untuk menutup CoinEx, Haipo Yang mengatakan bahwa dirinya sempat mempertimbangkan opsi untuk menjual perusahaan kepada pihak lain.
Namun, rencana tersebut akhirnya tidak diteruskan.
Pertimbangan utamanya berkaitan dengan kepercayaan pengguna. Menurut Haipo, kepercayaan yang telah diberikan pengguna kepada CoinEx tidak seharusnya begitu saja dialihkan kepada pemilik baru.
Karena itu, ia memilih proses penutupan yang terstruktur daripada menjual perusahaan kepada pihak lain.
Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari cerita CoinEx gulung tikar setelah 9 tahun, karena menunjukkan bahwa penutupan bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba tanpa pertimbangan.
Bagaimana Nasib Token CET?
Selain saldo aset kripto pengguna, perhatian komunitas juga tertuju pada CoinEx Token atau CET.
CoinEx menyiapkan mekanisme pembelian kembali CET sebagai bagian dari proses penyelesaian. Bursa tersebut menyatakan akan membeli CET yang masih berada di akun pengguna dengan harga 0,005 USDT per CET, tanpa batas jumlah.
Mekanisme ini memberikan jalur penyelesaian khusus bagi pemegang CET setelah proses perdagangan CoinEx dihentikan.
Bagi pemegang CET, penting untuk memahami bahwa program pembelian kembali tersebut mempunyai jadwal dan ketentuan tersendiri. Pengguna sebaiknya memeriksa pengumuman resmi CoinEx untuk memastikan status token dan tenggat proses buyback.
Apa Arti Penutupan CoinEx bagi Industri Kripto?
Penutupan sebuah exchange yang telah beroperasi selama hampir sembilan tahun dapat menjadi gambaran mengenai perubahan struktur industri aset digital.
Pada fase awal perkembangan kripto, jumlah exchange berkembang pesat karena kebutuhan pengguna terhadap berbagai platform perdagangan. Namun, seiring meningkatnya regulasi dan ekspektasi pengguna, menjalankan exchange membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar.
Ada beberapa faktor yang semakin penting bagi keberlangsungan sebuah crypto exchange.
1. Keamanan Aset Digital
Exchange harus menjaga aset pengguna dari berbagai risiko keamanan. Infrastruktur wallet, sistem akun, autentikasi, dan mekanisme pengawasan transaksi harus terus diperbarui.
2. Kepatuhan Regulasi
Regulasi aset digital berkembang di berbagai negara. Exchange yang beroperasi secara internasional harus memperhatikan kewajiban yang berbeda di berbagai yurisdiksi.
3. Likuiditas
Likuiditas menjadi faktor penting karena pengguna membutuhkan pasar yang aktif agar dapat melakukan transaksi dengan efisien.
4. Volume Perdagangan
Volume perdagangan membantu exchange menghasilkan pendapatan dari biaya transaksi. Jika volume turun dalam periode panjang, pendapatan dapat ikut tertekan.
5. Biaya Operasional
Menjalankan exchange membutuhkan biaya teknologi, keamanan, sumber daya manusia, legal, kepatuhan, pemasaran, dan infrastruktur.
6. Persaingan
Exchange besar mempunyai kemampuan untuk menawarkan lebih banyak produk, pasangan perdagangan, likuiditas, dan layanan tambahan.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat industri crypto exchange semakin menuntut efisiensi dan skala.
Baca Juga: 4 Token Unlock Terbaru Minggu Ini, Ada Kripto Apa Saja?
Apa yang Perlu Dilakukan Pengguna CoinEx?
Bagi pengguna yang masih menyimpan aset di CoinEx, langkah terpenting adalah memahami prosedur resmi penutupan.
Pertama, periksa seluruh saldo yang ada di akun. Jangan hanya memeriksa aset utama seperti Bitcoin atau Ethereum, tetapi juga token kecil, saldo yang tersimpan dalam produk Earn, maupun aset lain yang mungkin terlupakan.
Kedua, lakukan penarikan ke wallet pribadi atau platform lain yang dipercaya dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Ketiga, perhatikan jaringan blockchain ketika melakukan penarikan. Kesalahan memilih jaringan dapat menyebabkan aset tidak masuk ke alamat tujuan.
Keempat, simpan dokumentasi transaksi. Bukti penarikan, riwayat transaksi, dan catatan saldo dapat berguna jika pengguna perlu melakukan verifikasi atau penyelesaian masalah di kemudian hari.
Kelima, jangan menunggu sampai tenggat terakhir. Proses penarikan blockchain terkadang membutuhkan waktu, terutama ketika terjadi kepadatan jaringan atau volume permintaan yang tinggi.
CoinEx Tutup, Apa Dampaknya bagi Pengguna Kripto?
Penutupan CoinEx menjadi pengingat bahwa menyimpan aset di centralized exchange atau CEX memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan menyimpan aset pada wallet pribadi.
Exchange memberikan kemudahan untuk melakukan perdagangan, tetapi pengguna tetap bergantung pada operasional dan kebijakan perusahaan yang menyediakan layanan tersebut.
Karena itu, pengguna kripto perlu memahami perbedaan antara fungsi exchange dan wallet.
Exchange pada dasarnya dirancang untuk memfasilitasi aktivitas perdagangan. Sementara wallet pribadi memberikan kontrol yang lebih langsung kepada pemilik atas aset dan private key.
Namun, wallet pribadi juga mempunyai risiko sendiri. Kehilangan seed phrase atau private key dapat menyebabkan pengguna kehilangan akses terhadap aset. Artinya, tidak ada metode penyimpanan yang bebas risiko.
Yang paling penting adalah memahami karakteristik masing-masing metode dan menerapkan pengelolaan aset yang sesuai dengan kebutuhan.
Penutupan CoinEx Menandai Babak Baru Industri Exchange
Setelah hampir sembilan tahun beroperasi, CoinEx resmi memasuki proses penghentian operasional. Keputusan tersebut dikaitkan oleh pihak perusahaan dengan tantangan bisnis, tekanan keamanan dan kepatuhan, serta semakin ketatnya persaingan dalam industri crypto exchange.
CoinEx menyatakan bahwa aset pengguna tetap memiliki dukungan penuh dan dapat ditarik selama periode penutupan. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan seluruh tenggat waktu yang telah ditentukan.
Batas penting yang perlu dicatat adalah 29 September 2026 untuk penghentian perdagangan spot dan 22 Desember 2026 sebagai batas akhir kanal penarikan.
Bagi industri kripto secara lebih luas, kasus CoinEx menunjukkan bahwa perjalanan sebuah exchange tidak hanya ditentukan oleh kondisi harga Bitcoin atau tren pasar bullish. Faktor seperti volume perdagangan, likuiditas, keamanan, regulasi, biaya operasional, dan skala bisnis juga memiliki peranan besar.
Penutupan CoinEx sekaligus memperlihatkan bagaimana industri aset digital memasuki fase yang semakin matang. Persaingan tidak lagi hanya tentang siapa yang dapat menyediakan layanan perdagangan, tetapi juga siapa yang mampu mempertahankan infrastruktur, keamanan, kepatuhan, dan kepercayaan pengguna dalam jangka panjang.
Dengan demikian, kabar CoinEx gulung tikar setelah 9 tahun bukan hanya menjadi berita mengenai satu perusahaan. Peristiwa ini juga menjadi perkembangan penting untuk memahami perubahan lanskap crypto exchange dan arah industri aset digital pada 2026.












Leave a Reply