ETH Masih Tertahan? Ini 3 Faktor Penekan Harganya!

ETH Masih Tertahan Ini 3 Faktor Penekan Harganya!

Koin Tech – Ethereum (ETH) masih belum mampu menunjukkan performa maksimal meski pasar kripto mulai bergerak pulih dalam beberapa pekan terakhir. Harga ETH berkali-kali mencoba menembus area resistance penting di sekitar US$2.400, namun belum berhasil mempertahankan momentum kenaikannya.

Kondisi ini membuat Ethereum tertinggal dibanding beberapa aset crypto besar lainnya sepanjang 2026. Sejumlah analis menilai ada beberapa faktor utama yang saat ini menekan pergerakan harga ETH di pasar.

Aktivitas Jaringan Ethereum Mulai Melambat

Salah satu penyebab terbesar datang dari turunnya aktivitas on-chain di jaringan Ethereum. Data terbaru menunjukkan volume perdagangan decentralized exchange (DEX) di ekosistem Ethereum mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Selain volume transaksi, pendapatan aplikasi decentralized application (DApps) di jaringan Ethereum juga ikut melemah. Dikutip dari Wikipedia. Padahal, aktivitas DeFi dan DApps selama ini menjadi sumber utama permintaan terhadap ETH.

Ketika jumlah transaksi berkurang, kebutuhan penggunaan ETH untuk biaya gas dan staking otomatis ikut menurun. Kondisi ini membuat tekanan beli terhadap Ethereum menjadi lebih lemah dibanding periode bullish sebelumnya.

Turunnya aktivitas ini juga dipengaruhi oleh meredanya hype meme coin serta token-token baru yang sebelumnya ramai diperdagangkan di berbagai platform berbasis Ethereum.

ETH Masih Tertahan? Ini 3 Faktor Penekan Harganya!

Persaingan Blockchain Semakin Ketat

Selain faktor internal, Ethereum juga menghadapi tekanan dari blockchain pesaing yang berkembang sangat cepat sepanjang 2026.

Beberapa jaringan seperti Solana dan Hyperliquid mulai mengambil pangsa pasar yang sebelumnya didominasi Ethereum, khususnya di sektor aplikasi terdesentralisasi dan transaksi berbiaya rendah.

Banyak pengguna retail menilai penggunaan layer-2 Ethereum masih cukup rumit karena harus berpindah jaringan, menggunakan bridge, dan memahami sistem rollup yang berbeda-beda.

Sementara itu, blockchain pesaing menawarkan pengalaman transaksi yang lebih sederhana dan cepat dengan biaya yang relatif murah.

Baca juga  3 Crypto AI Potensial 2026 yang Mulai Dilirik Investor

Di sisi lain, sejumlah kasus peretasan di sektor DeFi juga ikut memperburuk sentimen pasar terhadap ekosistem Ethereum. Aktivitas DeFi secara global mengalami perlambatan setelah beberapa proyek besar terkena serangan hacker dengan kerugian mencapai ratusan juta dolar.

Situasi ini membuat sebagian investor mulai mengurangi eksposur mereka terhadap sektor DeFi berbasis Ethereum.

Baca juga : Bitcoin & Ethereum Naik, 5 Altcoin Melonjak Tajam!

Minat Investor Institusi Mulai Berkurang

Tekanan terhadap ETH juga terlihat dari sisi investor institusi. Beberapa perusahaan besar yang sebelumnya agresif membeli Ethereum kini mengalami penurunan nilai portofolio akibat harga ETH yang belum pulih sepenuhnya.

Kondisi tersebut membuat minat institusi terhadap Ethereum mulai melambat. Investor besar cenderung lebih berhati-hati terhadap aset yang belum menunjukkan pertumbuhan ekosistem dan momentum harga yang kuat.

Di tengah persaingan blockchain yang semakin ketat, pasar mulai mempertanyakan apakah Ethereum masih mampu mempertahankan dominasi lamanya di industri crypto.

Upgrade Ethereum Masih Dinantikan Pasar

Meski menghadapi berbagai tekanan, Ethereum sebenarnya masih menyiapkan sejumlah pembaruan jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi transaksi.

Salah satu upgrade yang cukup dinantikan adalah Glamsterdam hard fork yang disebut dapat meningkatkan skalabilitas jaringan secara signifikan.

Namun hingga saat ini, pasar masih menunggu apakah pembaruan tersebut benar-benar mampu meningkatkan aktivitas on-chain dan menarik kembali minat pengguna maupun investor institusi.

ETH Masih Punya Peluang Bangkit

Walaupun performa Ethereum sepanjang 2026 belum terlalu memuaskan, banyak analis menilai ETH masih memiliki potensi jangka panjang yang kuat.

Ekosistem Ethereum tetap menjadi salah satu yang terbesar di industri blockchain dengan total value locked (TVL) yang masih mendominasi sektor DeFi global.

Namun untuk kembali mencetak reli besar, Ethereum perlu menunjukkan peningkatan aktivitas jaringan, pertumbuhan pengguna, serta keberhasilan upgrade yang mampu mengatasi masalah skalabilitas dan biaya transaksi.

Baca juga  5 Faktor Penting Penentu Arah Harga Bitcoin Pekan Ini

Jika faktor-faktor tersebut mulai membaik, ETH berpotensi kembali menarik perhatian pasar dalam beberapa bulan mendatang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*