Info Piala Dunia – Harga XRP kembali bergerak melemah setelah kehilangan momentum dalam beberapa hari terakhir. Meski minat investor institusi terhadap ETF XRP masih terlihat kuat, sebagian analis mulai memperingatkan adanya peluang koreksi yang lebih besar jika level support penting gagal dipertahankan.
Dalam lima hari terakhir, XRP tercatat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar bahwa aset milik Ripple tersebut bisa memasuki fase penurunan lanjutan.
1. XRP Hadapi Risiko Penurunan Lebih Dalam
Beberapa analis teknikal menilai XRP saat ini sedang membentuk pola bearish yang berpotensi memperpanjang tren turun. Dikutip dari Kompas.
Di grafik jangka menengah, harga XRP terlihat kehilangan support penting di area US$1,40. Jika tekanan jual terus berlanjut, target koreksi berikutnya diperkirakan mengarah ke kisaran US$0,65.
Skenario ini berarti XRP berpotensi kehilangan lebih dari separuh nilainya dibanding harga saat ini.
Selain pola grafik, indikator teknikal lain juga mulai memperlihatkan pelemahan momentum. Relative Strength Index (RSI) harian turun cukup tajam dan kini bergerak di bawah area bullish, menandakan kekuatan buyer mulai berkurang.
Sejumlah trader juga memperhatikan sinyal death cross pada indikator stochastic RSI mingguan yang sebelumnya pernah muncul menjelang koreksi besar XRP di masa lalu.
Saat ini, level US$1,27 menjadi area support utama yang sedang dipantau pasar. Jika level tersebut ditembus, potensi penurunan menuju US$1,11 hingga area psikologis US$1 semakin terbuka.
2. ETF XRP Justru Catat Tren Dana Masuk
Di tengah kondisi harga yang melemah, data ETF XRP menunjukkan cerita yang berbeda.
Produk ETF spot XRP di Amerika Serikat masih terus mencatat arus dana masuk dalam beberapa hari terakhir. Tren ini menunjukkan investor institusi belum sepenuhnya kehilangan kepercayaan terhadap prospek jangka menengah XRP.
Total inflow ETF XRP bahkan terus bertambah, mencerminkan bahwa sebagian pelaku pasar besar masih melihat peluang pertumbuhan di balik volatilitas harga saat ini.
Menariknya, performa dana investasi XRP dalam beberapa pekan terakhir disebut lebih kuat dibanding beberapa aset kripto besar lain yang justru mengalami arus keluar modal.
Kondisi tersebut membuat XRP berada dalam situasi unik: tekanan teknikal masih besar, tetapi minat institusi tetap terlihat aktif.

3. Sinyal Teknikal Masih Jadi Perhatian Trader
Meski ETF memberikan sentimen positif, trader jangka pendek masih fokus pada struktur harga dan indikator momentum.
Selama XRP belum mampu kembali merebut area resistance penting dan mengubahnya menjadi support baru, sebagian analis menilai risiko bearish masih cukup dominan.
Namun jika XRP berhasil kembali naik di atas level resistance sebelumnya, peluang pemulihan menuju area yang lebih tinggi bisa kembali terbuka.
Selain faktor teknikal, pasar juga terus memantau perkembangan regulasi crypto di Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi sentimen terhadap XRP dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan
XRP sedang menghadapi tekanan teknikal yang membuat sebagian analis memperingatkan risiko koreksi lebih dalam apabila support utama gagal bertahan.
Meski demikian, arus dana ETF XRP yang terus bertambah menunjukkan investor institusi masih melihat potensi jangka menengah pada aset ini.
Pasar kini menunggu apakah tekanan jual akan kembali mendominasi, atau justru dukungan dari investor besar mampu membantu XRP bangkit dari fase pelemahan saat ini.
Leave a Reply