Koin Tech – Minat pasar terhadap Ethereum (ETH) kembali terlihat meningkat setelah nilai open interest (OI) di pasar futures melonjak sekitar 26% dan mencapai kisaran $25,4 miliar. Dikutip dari Tribun News. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan harga ETH yang berhasil bertahan di atas level $2.300 dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, ETH sempat turun ke area $1.940 pada akhir Maret 2026 sebelum akhirnya mengalami pemulihan dan kembali mendekati resistance di sekitar $2.400—level yang cukup lama menjadi penghalang kenaikan harga.
Meski begitu, peningkatan aktivitas ini belum sepenuhnya mencerminkan keyakinan kuat dari para trader.
1. Sentimen Pasar Derivatif Belum Solid
Walaupun open interest meningkat, indikator funding rate justru menunjukkan kondisi yang belum stabil. Nilainya sering berada di bawah 5% bahkan sempat turun ke area negatif.
Situasi ini menandakan bahwa banyak trader masih membuka posisi short, atau bertaruh bahwa harga akan kembali turun. Dalam kondisi pasar bullish yang sehat, funding rate biasanya bertahan di level positif yang stabil.
Dengan kata lain, kenaikan harga ETH saat ini masih dibayangi keraguan dari pelaku pasar derivatif.
Baca juga : 3 Indikator Kuat Ethereum Berpeluang Naik ke $2.800
2. Kenaikan Harga Didukung Pasar Spot
Berbeda dengan pasar derivatif, dorongan utama kenaikan ETH justru datang dari pasar spot. Data menunjukkan adanya arus masuk dana yang cukup besar, termasuk dari investor institusi.
Dalam beberapa hari terakhir, ETF spot Ethereum mencatat inflow ratusan juta dolar. Selain itu, perusahaan investasi juga terlihat melakukan akumulasi ETH dalam jumlah signifikan.
Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan jangka menengah hingga panjang terhadap Ethereum, meskipun posisi harga saat ini belum sepenuhnya menguntungkan bagi semua investor.

3. Aktivitas Jaringan Melemah
Di sisi fundamental, performa jaringan Ethereum justru mengalami penurunan. Pendapatan dari aplikasi terdesentralisasi (DApps) turun cukup signifikan dibandingkan awal tahun.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya aktivitas di sektor seperti DeFi dan NFT. Selain itu, munculnya blockchain pesaing juga mulai memberikan tekanan tambahan terhadap dominasi Ethereum.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat reli harga belum sepenuhnya kuat secara fundamental.
Kesimpulan
Lonjakan open interest dan harga Ethereum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pasar dalam jangka pendek. Namun, indikator derivatif yang masih lemah serta penurunan aktivitas jaringan menjadi tanda bahwa tren naik belum sepenuhnya solid.
Saat ini, ETH masih berada di fase krusial. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah momentum ini mampu menembus resistance penting, atau justru kembali tertahan akibat sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Leave a Reply