BCH Comeback? CME, ETF, dan Altseason Jadi Katalis Baru Bitcoin Cash

Kointech.info – Bitcoin Cash (BCH) kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah cukup lama bergerak di bawah bayang-bayang Bitcoin (BTC). Dalam beberapa hari terakhir, perhatian terhadap BCH meningkat seiring munculnya sejumlah katalis baru, mulai dari rencana peluncuran Bitcoin Cash futures di CME Group, perkembangan produk investasi berbasis BCH, hingga meningkatnya minat terhadap altcoin.

Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat Bitcoin Cash kembali masuk radar trader dan investor. Namun, apakah kondisi ini benar-benar menandai awal dari comeback BCH, atau hanya reli jangka pendek yang dipicu oleh sentimen pasar?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik karena momentum Bitcoin Cash muncul ketika pasar kripto secara keseluruhan mulai menunjukkan tanda-tanda rotasi modal dari Bitcoin menuju aset kripto lainnya.

CME Siapkan Bitcoin Cash Futures pada Oktober 2026

Salah satu katalis terbesar bagi Bitcoin Cash datang dari CME Group, salah satu bursa derivatif terbesar di dunia.

Pada 22 September 2026, CME mengumumkan rencana menghadirkan Bitcoin Cash futures dan Uniswap futures. Kedua produk tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada 19 Oktober 2026, dengan catatan masih menunggu proses peninjauan regulator.

Bagi BCH, masuknya aset tersebut ke dalam jajaran produk derivatif CME menjadi perkembangan yang cukup signifikan. Kehadiran kontrak futures di bursa yang teregulasi dapat memperluas akses pelaku pasar terhadap instrumen untuk melakukan lindung nilai atau mengambil eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin Cash.

CME menyediakan dua ukuran kontrak Bitcoin Cash, yaitu:

  • Bitcoin Cash Futures: 250 BCH per kontrak.
  • Micro Bitcoin Cash Futures: 25 BCH per kontrak.

Sementara itu, kontrak Uniswap tersedia dalam ukuran 10.000 UNI dan Micro UNI sebesar 1.000 UNI.

Keberadaan kontrak Micro juga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku pasar dalam mengatur eksposur dan risiko.

CME sendiri menyebut ekspansi tersebut sebagai bagian dari upaya menyediakan instrumen yang lebih beragam dan teregulasi untuk menghadapi risiko harga aset digital yang terus berkembang. Menurut Giovanni Vicioso, Global Head of Cryptocurrency Products CME Group, pasar kripto yang semakin matang membutuhkan instrumen pengelolaan risiko yang lebih luas.

Baca Juga: Dari Kripto ke Obligasi AS, Binance Buka Akses Baru Lewat 11 ETF

Mengapa Futures CME Penting bagi Bitcoin Cash?

Futures tidak secara otomatis membuat harga sebuah aset naik. Namun, keberadaan kontrak futures dapat mengubah struktur pasar sebuah aset.

Dengan adanya Bitcoin Cash futures di CME, pelaku pasar institusional memiliki instrumen yang dapat digunakan untuk berbagai strategi, termasuk hedging, manajemen risiko, arbitrase, dan eksposur terhadap harga BCH.

Hal ini berbeda dengan hanya membeli BCH secara langsung di pasar spot.

Bursa derivatif juga dapat membantu meningkatkan proses price discovery, yakni proses terbentuknya harga berdasarkan interaksi antara permintaan dan penawaran.

CME telah memiliki rangkaian produk derivatif kripto yang mencakup berbagai aset digital. Pada semester pertama 2026, produk futures dan options kripto CME mencatat rata-rata volume harian sekitar 279.800 kontrak, dengan nilai nosional sekitar US$8,3 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar derivatif kripto CME sudah memiliki skala yang cukup besar. Karena itu, penambahan BCH dapat memberikan Bitcoin Cash akses ke ekosistem derivatif yang lebih luas.

Meski demikian, penting dicatat bahwa rencana peluncuran tersebut belum berarti futures BCH sudah diperdagangkan saat ini. CME menyatakan tanggal 19 Oktober 2026 masih bergantung pada proses peninjauan regulator.

Harga BCH Bereaksi Setelah Pengumuman CME

Pasar merespons pengumuman CME dengan cepat.

Bitcoin Cash mengalami lonjakan harga setelah kabar mengenai futures tersebut muncul. Sejumlah laporan pasar mencatat BCH naik sekitar 20-30 persen dalam periode singkat setelah pengumuman CME, meskipun besaran pergerakan berbeda tergantung waktu pengukuran dan sumber data.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar melihat masuknya BCH ke CME sebagai informasi yang relevan.

Namun, kenaikan harga tidak selalu berarti perubahan fundamental jangka panjang. Dalam pasar kripto, aset dapat mengalami kenaikan tajam akibat kombinasi sentimen, posisi derivatif, volume perdagangan, dan momentum teknikal.

Karena itu, reli BCH perlu dibedakan antara reaksi pasar terhadap berita dan perubahan fundamental yang benar-benar berkelanjutan.

Kilas Balik: Bagaimana Bitcoin Cash Lahir?

Untuk memahami mengapa perkembangan terbaru BCH menarik, perlu melihat kembali sejarah lahirnya Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash merupakan hasil hard fork Bitcoin pada 1 Agustus 2017. Pemisahan tersebut berakar pada perdebatan panjang di komunitas Bitcoin mengenai bagaimana jaringan dapat meningkatkan kapasitas transaksi.

Pada masa tersebut, salah satu isu utama adalah ukuran blok.

Sebagian komunitas Bitcoin mendukung Segregated Witness (SegWit) sebagai bagian dari strategi penskalaan jaringan. Sementara kelompok lainnya menginginkan blok berukuran lebih besar agar lebih banyak transaksi dapat diproses secara langsung dalam blockchain.

Perbedaan pandangan tersebut akhirnya menyebabkan terjadinya hard fork.

Bitcoin Cash kemudian muncul sebagai jaringan blockchain terpisah dari Bitcoin. Pada awalnya, BCH memiliki ukuran blok 8 MB, yang kemudian berkembang menjadi lebih besar.

Pemegang Bitcoin sebelum hard fork memperoleh BCH dengan mekanisme pembagian berdasarkan kepemilikan BTC pada saat snapshot.

Sejak kelahirannya, Bitcoin Cash mempertahankan narasi bahwa blockchain dengan kapasitas blok lebih besar dapat digunakan sebagai jaringan pembayaran peer-to-peer dengan biaya yang relatif rendah.

Roger Ver dan Perdebatan Arah Bitcoin

Salah satu figur yang paling dikenal dalam sejarah awal Bitcoin Cash adalah Roger Ver.

Baca juga  Lonjakan Token Unlock Besar di April 2026 Picu Volatilitas Pasar

Ver merupakan salah satu pendukung vokal Bitcoin Cash dan sering mengkritik perubahan arah Bitcoin yang menurutnya semakin berfokus pada fungsi settlement dibandingkan pembayaran sehari-hari.

Perdebatan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan Bitcoin dan Bitcoin Cash sejak awal bukan sekadar mengenai harga aset.

Ada pula perbedaan pandangan mengenai desain jaringan, skalabilitas, biaya transaksi, serta fungsi utama cryptocurrency.

Seiring waktu, kedua jaringan berkembang dengan jalur masing-masing.

Bitcoin kemudian semakin kuat sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dan berkembang menjadi instrumen yang banyak digunakan untuk investasi serta berbagai produk keuangan.

Sementara itu, Bitcoin Cash mempertahankan identitas sebagai blockchain yang berakar dari visi pembayaran elektronik peer-to-peer.

Bitcoin Cash Kembali Menghadapi Perpecahan pada 2018

Perselisihan komunitas Bitcoin Cash ternyata belum selesai setelah hard fork 2017.

Pada November 2018, jaringan Bitcoin Cash kembali mengalami perpecahan. Konflik tersebut melibatkan kelompok yang kemudian dikenal melalui jaringan Bitcoin ABC dan Bitcoin SV (BSV).

Perpecahan tersebut terjadi setelah perbedaan pandangan mengenai arah pengembangan jaringan semakin sulit diselesaikan.

BSV kemudian dikaitkan dengan tokoh seperti Craig Wright dan Calvin Ayre. Salah satu perdebatan penting saat itu berkaitan dengan ukuran blok dan visi jangka panjang blockchain.

Konflik tersebut berkembang menjadi hash war, ketika kekuatan komputasi penambangan menjadi bagian penting dari persaingan kedua jaringan.

Dengan kata lain, sejarah BCH penuh dengan kontroversi teknis dan perbedaan visi. Hal tersebut menjadi bagian penting untuk memahami posisi Bitcoin Cash di pasar kripto saat ini.

BCH dan BSV Kini Memiliki Jarak Kapitalisasi yang Lebih Lebar

Beberapa tahun setelah perpecahan tersebut, posisi Bitcoin Cash dan Bitcoin SV di pasar kripto terlihat cukup berbeda.

BCH masih menjadi aset kripto dengan likuiditas dan kapitalisasi yang jauh lebih besar dibandingkan BSV. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua jaringan yang pernah berasal dari konflik komunitas yang sama kini memiliki ekosistem pasar masing-masing.

Pergerakan harga BSV juga sempat mengikuti reli BCH pada September 2026. Sejumlah laporan mencatat BSV ikut mengalami kenaikan ketika sentimen terhadap Bitcoin Cash membaik, meskipun tidak terdapat katalis fundamental BSV yang setara dengan pengumuman futures CME untuk BCH.

Hal ini memperlihatkan bagaimana narasi di satu aset dapat merembet ke aset lain yang memiliki hubungan historis atau narasi serupa.

ETF Bitcoin Cash Menambah Narasi Baru

Selain CME, perkembangan produk investasi Bitcoin Cash juga menjadi perhatian.

Grayscale Bitcoin Cash Trust sudah memiliki ticker BCHG dan memberikan eksposur terhadap BCH melalui struktur trust. Dalam laporan tahunannya yang diajukan ke SEC pada September 2026, Grayscale menjelaskan bahwa trust tersebut memegang Bitcoin Cash dan sahamnya diperdagangkan di OTCQX.

Sebelumnya, dokumen Grayscale juga telah menunjukkan rencana untuk mengubah struktur trust menjadi produk yang dapat diperdagangkan di bursa melalui proses regulasi.

Prospektus awal Grayscale menyebut bahwa, sehubungan dengan efektivitas registrasi dan pencatatan di NYSE Arca, sponsor bermaksud mengganti nama trust menjadi Grayscale Bitcoin Cash Trust ETF.

Artinya, narasi ETF Bitcoin Cash bukan sekadar mengenai harga BCH, tetapi juga tentang kemungkinan akses yang lebih mudah bagi investor melalui instrumen pasar modal tradisional.

Namun, proses tersebut tetap bergantung pada persyaratan dan persetujuan regulator. Karena itu, perkembangan ETF BCH perlu dibedakan dari ETF yang sudah aktif diperdagangkan.

Apa Dampak Jika Produk ETF BCH Berhasil Melangkah Lebih Jauh?

Jika produk berbasis BCH mendapatkan jalur pencatatan dan persetujuan yang diperlukan, struktur investasi tersebut berpotensi memperluas akses investor terhadap Bitcoin Cash.

Investor yang tidak ingin membeli dan menyimpan BCH secara langsung dapat memperoleh eksposur melalui instrumen yang diperdagangkan di pasar tradisional, tergantung struktur final produk dan persetujuan regulator.

Hal ini penting karena salah satu hambatan bagi investor institusional adalah kebutuhan untuk mengelola kustodi, infrastruktur perdagangan, dan risiko operasional aset digital secara langsung.

Produk yang menggunakan struktur pasar modal tradisional dapat mengurangi sebagian hambatan tersebut.

Namun, ETF bukan jaminan bahwa harga BCH akan terus meningkat. Arus dana, struktur biaya, likuiditas, kondisi pasar, serta sentimen investor tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Altseason Mulai Menjadi Perhatian Pasar

Katalis ketiga yang membuat BCH menarik adalah meningkatnya pembicaraan mengenai altseason.

Altseason merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode ketika altcoin secara luas mengalami performa yang relatif kuat dan menarik aliran modal dari Bitcoin atau aset kripto utama lainnya.

September 2026 memperlihatkan sejumlah indikator yang mendukung narasi tersebut.

Glassnode bahkan melaporkan bahwa Altcoin Cycle Signal telah beralih ke fase altcoin season pada 21 September 2026, setelah reli mulai meluas ke lebih banyak aset kripto.

Namun, indikator altseason tidak selalu memberikan sinyal yang sama.

Beberapa indeks menggunakan metodologi berbeda, sehingga hasilnya dapat terlihat tidak seragam. Karena itu, investor sebaiknya tidak menggunakan satu indikator saja untuk menyimpulkan bahwa altseason telah berlangsung secara penuh.

Perbedaan metodologi tersebut penting karena altseason bukan sebuah status resmi yang ditetapkan oleh satu lembaga tertentu.

Dominasi Bitcoin Menjadi Salah Satu Indikator Penting

Salah satu metrik yang sering diperhatikan ketika membahas altseason adalah Bitcoin dominance.

Baca juga  Hyperliquid Ramai Diburu, Disebut The Next Ethereum 2026

Bitcoin dominance mengukur proporsi kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan total kapitalisasi pasar cryptocurrency.

Ketika dominasi Bitcoin menurun sementara harga dan kapitalisasi altcoin meningkat, pasar sering menafsirkannya sebagai indikasi bahwa sebagian modal mulai bergerak ke aset kripto selain BTC.

Namun, penurunan Bitcoin dominance tidak selalu berarti altseason.

Dominasi dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk perubahan harga Bitcoin, pertumbuhan kapitalisasi altcoin, peluncuran token baru, serta perubahan struktur pasar.

Karena itu, indikator tersebut sebaiknya dipadukan dengan volume perdagangan, performa altcoin, arus dana, dan kondisi pasar derivatif.

Mengapa Kombinasi CME, ETF, dan Altseason Menjadi Penting bagi BCH?

Jika ketiga faktor tersebut dilihat secara bersamaan, Bitcoin Cash memang memiliki beberapa katalis yang menarik perhatian pasar.

Pertama, CME futures memberikan jalur baru bagi perdagangan derivatif dan pengelolaan risiko BCH.

Kedua, narasi ETF membuka kemungkinan perluasan akses investor melalui instrumen pasar tradisional.

Ketiga, meningkatnya minat terhadap altcoin menciptakan lingkungan pasar yang lebih kondusif bagi aset seperti BCH.

Ketiga faktor tersebut memiliki karakter berbeda.

CME lebih berkaitan dengan infrastruktur pasar dan derivatif.

ETF lebih berkaitan dengan akses investasi dan struktur produk keuangan.

Sementara altseason berkaitan dengan siklus dan rotasi modal di pasar cryptocurrency.

Ketika ketiganya muncul dalam periode yang berdekatan, tidak mengherankan jika perhatian terhadap Bitcoin Cash meningkat.

Apakah BCH Sedang Memasuki Fase Comeback?

Istilah “comeback” perlu digunakan dengan hati-hati.

Lonjakan harga BCH pada September 2026 memang menunjukkan adanya peningkatan minat pasar. Namun, satu reli besar belum cukup untuk membuktikan bahwa Bitcoin Cash telah memasuki tren naik jangka panjang.

Ada beberapa hal yang masih perlu dipantau.

1. Realisasi Peluncuran Futures CME

Tanggal yang perlu diperhatikan adalah 19 Oktober 2026. CME menyatakan produk futures BCH dijadwalkan hadir pada tanggal tersebut, tetapi peluncurannya masih bergantung pada peninjauan regulator.

Jika kontrak benar-benar mulai diperdagangkan, pasar dapat melihat bagaimana volume dan open interest berkembang.

2. Perkembangan Produk ETF BCH

Perkembangan pengajuan dan proses pencatatan ETF juga akan menjadi faktor penting.

Investor perlu membedakan antara pengajuan ETF, proses regulasi, persetujuan, dan ETF yang benar-benar mulai diperdagangkan.

Setiap tahap memiliki konsekuensi yang berbeda.

Baca Juga: 4 Token Unlock Terbaru Minggu Ini, Ada Kripto Apa Saja?

3. Keberlanjutan Volume Perdagangan BCH

Reli harga yang disertai peningkatan volume biasanya lebih informatif dibandingkan kenaikan harga yang hanya berlangsung singkat.

Karena itu, volume spot dan derivatif BCH menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan setelah euforia awal mereda.

4. Kondisi Bitcoin dan Pasar Kripto Secara Keseluruhan

BCH tetap merupakan bagian dari pasar kripto yang lebih luas.

Ketika Bitcoin mengalami tekanan besar, altcoin umumnya juga dapat terdampak. Sebaliknya, jika modal terus mengalir ke altcoin, aset seperti BCH berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar.

Dengan demikian, perkembangan Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor eksternal penting bagi BCH.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Di balik berbagai katalis positif tersebut, Bitcoin Cash tetap memiliki risiko.

Pertama adalah volatilitas tinggi. Kenaikan puluhan persen dalam waktu singkat juga berarti harga dapat mengalami koreksi dengan cepat.

Kedua adalah risiko regulasi. Produk futures CME sendiri masih mencantumkan status pending regulatory review.

Ketiga adalah risiko perubahan sentimen. Narasi seperti ETF dan altseason dapat mendorong optimisme, tetapi sentimen pasar cryptocurrency dapat berubah sangat cepat.

Keempat adalah persaingan dengan aset kripto lain. BCH tidak hanya bersaing dengan Bitcoin, tetapi juga dengan Ethereum, Solana, XRP, dan berbagai altcoin lainnya dalam perebutan likuiditas pasar.

Karena itu, katalis positif tidak seharusnya dianggap sebagai jaminan terhadap performa harga.

Kesimpulan: Bitcoin Cash Kembali Mendapat Perhatian Pasar

Bitcoin Cash kembali berada dalam radar pasar kripto pada September 2026 setelah munculnya beberapa perkembangan penting.

Rencana Bitcoin Cash futures CME menjadi katalis utama setelah CME mengumumkan kontrak BCH dan UNI yang dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 19 Oktober 2026, dengan catatan masih menunggu peninjauan regulator.

Di sisi lain, perkembangan produk investasi Grayscale memberikan tambahan narasi mengenai potensi akses BCH melalui struktur ETF. Dokumen SEC menunjukkan Grayscale Bitcoin Cash Trust saat ini menggunakan ticker BCHG dan memegang Bitcoin Cash sebagai aset dasarnya.

Pada saat yang sama, indikator pasar juga mulai menunjukkan peningkatan minat terhadap altcoin. Glassnode bahkan melaporkan pergeseran Altcoin Cycle Signal ke fase altcoin season pada September 2026, meskipun indikator lain dapat memberikan pembacaan berbeda karena menggunakan metodologi yang tidak sama.

Dengan demikian, cerita BCH saat ini bukan hanya mengenai kenaikan harga. Ada kombinasi antara infrastruktur derivatif, perkembangan produk investasi, dan rotasi modal di pasar altcoin.

Apakah kombinasi tersebut akan menghasilkan tren BCH yang berkelanjutan masih harus dilihat melalui perkembangan volume, arus modal, kondisi pasar kripto, realisasi produk CME, serta perkembangan proses ETF.

Bagi pelaku pasar, September 2026 menjadi periode penting untuk kembali memperhatikan Bitcoin Cash. Setelah bertahun-tahun berada di luar sorotan utama dibandingkan Bitcoin, BCH kini kembali memiliki sejumlah katalis yang membuat pergerakannya layak dipantau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *